Kamis, 16 Juni 2011

Makam Pangeran Iranata (Astane Raja Tanjungpura Pangeran Iranata)
Kabupaten Ketapang


A. Selayang Pandang
Pangeran Iranata adalah putra sulung Panembahan Giri Kesuma, raja muslim pertama di Kerajaan Tanjungpura. Karena pecah perselisihan di kalangan pejabat istana, Pangeran Iranata memilih keluar dari lingkaran kekuasaan. Bersama dengan keluarganya, Pangeran Iranata menyusuri sungai Pawan hingga tiba di sebuah daerah yang kini dikenal dengan nama Sembelengan atau Desa Negeri Baru. Di sini, dia mendirikan sebuah permukiman dan bermastautin hingga akhir hayatnya. Di tempat ini pula Pangeran Iranata dikebumikan.
Kompleks permakaman Pangeran Iranata menjadi magnet bagi para arkeolog karena diduga menyimpan banyak artefak. Ada beberapa tim peneliti, baik dari luar maupun dalam negeri, yang pernah melakukan penelitian di kompleks permakaman ini. Salah satunya adalah tim peneliti dari Banjarmasin yang melakukan penelitian selama 12 hari pada tahun 2007. Tim ini berhasil menemukan beberapa artefak seperti perabotan keramik, relief bermotif bunga, dan relief kaki arca yang menempel pada dinding bata merah.
Pada awalnya, tim peneliti dari Banjarmasin menemukan puing-puing bata merah dan keramik kuno yang berserakan di sekitar lokasi yang kemudian dijadikan sebagai lokasi penggalian. Tim itu kemudian mengembangkan penggalian dan menemukan struktur bangunan yang kemudian dipastikan merupakan pintu masuk sebuah candi. Pada pintu masuk itu, terdapat relief arca dan ukiran bunga.
Selain candi, tim peneliti itu juga berhasil menemukan struktur puing lingga dan pecahan lumpang atau lesung batu. Lingga yang merupakan lambang pemujaan peradaban Hindu kuno tersebut mempunyai ukuran yang cukup besar dengan bagian atas yang telah patah. Berbagai benda yang ditemukan tersebut tersebar dalam radius yang cukup luas, yaitu 100 – 200 m².
B. Keistimewaan
Kawasan Makam Pangeran Iranata ini terkenal dengan artefak peninggalan kebudayaan Hindu berupa candi yang terbuat dari batu merah. Selain itu, di makam ini juga terdapat pecahan keramik dari Dinasti Ming di Cina, Thailand, dan Belanda pada abad ke-18, batu purba, dan kuburan kuno dengan arsitektur Islam. Penemuan berbagai benda bersejarah tersebut tentunya menjadi nilai tersendiri bagi kekayaan sejarah, terutama artefak, di Kabupaten Ketapang.
Selain di dalam kompleks Makam Pangeran Iranata yang menyimpan banyak peninggalan sejarah, masyarakat di sekitar lokasi permakaman juga pernah menemukan nisan kuno di luar kompleks permakaman. Nisan ini ditemukan oleh masyarakat sekitar 300 m di luar kompleks Makam Pangeran Iranata.
Berbeda dengan nisan yang ada di Makam Keramat Tujuh maupun Keramat Sembilan, nisan ini terbuat dari kayu. Sekilas nisan tersebut mirip dengan lambang matahari milik Kerajaan Majapahit. Akan tetapi bentuknya agak berbeda karena sebagian sudah lapuk dimakan usia. Tetapi dapat dipastikan bahwa makam kuno yang berada di bawah nisan tersebut adalah makam seorang wanita muslim. Hal itu dapat dilihat dari ukirannya yang sangat indah dan penuh sehingga nampak unik.
Ditemukannya nisan (makam kuno) di luar area permakaman Pangeran Iranata semakin menambah minat para peneliti untuk datang ke lokasi ini. Faktor melimpahnya artefak sejarah menjadikan lokasi ini semakin mendapatkan tempat sebagai sebuah tempat kajian arkeologis.
C. Lokasi
Makam Pangeran Iranata terletak di Desa Negeri Baru, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang atau sekitar 5 km dari pusat kota Ketapang.
D. Harga Tiket
Pengunjung yang akan berziarah ke Makam Pangeran Iranata tidak dipungut biaya masuk.
E. Akses
Lokasi Makam Pangeran Iranata dapat dicapai sekitar 20 menit dengan mobil dari Keraton Kerajaan Matan atau 25 menit dari pusat kota Ketapang.
F. Fasilitas dan Akomodasi Lainnya
Para pengunjung yang ingin mendapatkan informasi seputar makam bisa menghubungi juru kunci makam yang tinggal tidak jauh dari makam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar